Hayo, siapa yang suka
mainan lampu? Anak zaman sekarang, kalo udah ngomongin lampu hias, pasti
langsung kebayang jenis lampu yang satu ini deh: lampu tumblr. Entah kenapa
juga dinamain kayak gitu. Apakah ada hubungannya sama nama media sosial yang
udah diblokir itu?
Selain bisa ngebuat
kamar kita jadi hits jadi kayak kamar-kamar di Instagram, bersyukurlah karena
lampu tersebut disusun dengan rangkaian seri. Hah? Maksudnya apa tuh rangkaian seri?
Begini. Bandingkan
lampu-lampu tersebut dengan instalasi lampu yang ada di rumah kamu. Kalau kamu
perhatikan, biasanya, instalasi lampu di rumah menerapkan sistem satu saklar
untuk satu lampu. Artinya, lampu-lampu di rumah kamu disusun menggunakan rangkaian
paralel.
Sekarang bayangkan
kalau kamu harus mematikan/menyalakan lampu tumblr semuanya satu per satu.
Bisa-bisa gempor tangan kita. Maka dari itu, kita perlu tahu perbedaan
rangkaian seri dan paralel.
Rangkaian seri
merupakan rangkaian listrik yang hambatannya
disusun secara
bersebelahan/sejajar. Contohnya, rangkaian pada gambar berikut:
Pada rangkaian seri,
kuat arus (I) akan mengalir dari sumber energi (baterai) yang ada dari satu
hambatan ke hambatan lain melewati satu kabel. Perhatikan, deh, gambar di atas.
Lalu, bayangkan ada aliran listrik yang mengalir mulai dari baterai, menuju
hambatan/resistor 1, ke hambatan 2, lalu berputar dan kembali ke baterai. Iya,
anggap aja aliran listrik ini kayak aliran air gitu.
Setelah
membayangkannya, kamu pasti jadi sadar kalau untuk arus listrik yang melewati
hambatan 1, nilainya akan sama besar dengan arus yang melewati hambatan 2.
Kok gitu?
Ya, kan, alirannya
nggak mungkin ke mana-mana lagi.
Nah, itu berarti, kuat
arus total sama dengan kuat arus yang ada di hambatan 1, maupun hambatan 2.
Secara matematis dapat ditulis menjadi:
Itot =
I1 = I2 =
I…
Di sisi lain, tegangan
yang mengalir di hambatan 1, tidak sama dengan yang ada di hambatan 2. Tetapi,
apabila seluruh
tegangan yang ada di hambatan pada rangkaian itu dijumlahkan, hasilnya akan
sama dengan tegangan yang ada di sumber. Atau dengan kata lain;
Vtot =
V1 + V2 +
V…
Sehingga, hambatan totalnya
sama dengan jumlah dari seluruh hambatan yang ada di rangkaian itu. Ingat, ya,
maksud dari tanda titik-titik (...) di rumus itu untuk menandakan kalau ada
resistor lain. Jadi, kalau resistor/hambatannya lebih dari 2, tinggal
dilanjutin aja.
Rtot =
R1 + R2 +
R…
Rangkaian paralel
adalah rangkaian listrik yang hambatannya
disusun secara bertingkat/bercabang. Perhatikan gambar
berikut:
Nah, kelihatan
nggak bedanya dengan rangkaian seri? Sekarang, bayangkan ada aliran
listrik yang berjalan dari baterai, berjalan ke arah ke arah bawah menuju
hambatan 1. Sesaat dia berada di persimpangan, si aliran listrik akan
"memecah". Ada yang masuk ke resistor 1, ada juga yang berjalan ke
resistor 2. Itu artinya, kuat arus di kedua hambatan itu akan berbeda.
Ya, karena terdapat
“percabangan”, kuat
arus listrik yang diterima oleh hambatan 1 dan hambatan 2 tidak akan sama. Alhasil,
kuat arus sumber energinya akan sama dengan jumlah dari seluruh kuat arus semua
hambatan. Oleh karena itu, kita dapat menuliskannya menjadi:
Itot =
I1 + I2 +
I…
Di sisi lain, tegangan
yang ada pada hambatan 1 dan hambatan 2 akan bernilai sama besar. Maka, kita
dapat menuliskannya menjadi:
Vtot =
V1 = V2 =
V…
Lalu, bagaimana cara
kita menghitung hambatan listrik untuk
rangkaian paralel? Kalau kamu perhatikan, konsep antara seri dan paralel tadi
terbalik. Maka, cara mencari hambatannya adalah sebagai berikut:
1/ R total = 1 / R1 + 1 / R2 + ...
Berikut perbedaan rangkaian seri dan paralel,
Setelah mengetahui
rumus-rumus yang ada pada rangkaian seri dan paralel, sekarang kita coba ulas
yuk. Kira-kira apa ya perbedaan kedua rangkaian listrik ini? Lalu, apa juga
keuntungan dan kerugian jika kita menggunakan rangkaian listrik tersebut.
Secara penggunaan,
kedua jenis rangkaian ini jelas berbeda. Pada rangkaian seri, karena
hambatannya disusun bersebelahan, artinya, apabila satu hambatan tersebut mati,
maka hambatan lainnya juga akan ikut mati. Kamu pasti pernah tahu lampu LED
yang biasa digantung dijadiin hiasan itu kan?
Dengan menggunakan
rangkaian seri, kita dengan memudah mematikan seluruh lampu dengan satu
pencetan. Bayangkan kalau kita harus matiin semuanya satu per satu. Bisa-bisa
kita ikut mati.
Contoh lampu
rangkaian seri (sumber: giphy.com)
Di sisi lain, rangkaian
paralel bisa kita temukan di instalasi lampu rumah kita sendiri. Dengan
memasang hambatan pada kabel yang bertingkat/cabang seperti di rangkaian
paralel, kita bisa memisahkan saklar untuk masing-masing lampu.
Coba kalau lampu di
rumah kamu semuanya menggunakan rangkaian seri. Sekali pencet saklar, semua
lampu di rumah nyala. Yang ada malah boros dan nggak efektif kan?
Gimana, teman. Sekarang
sudah tahu, kan, apa saja perbedaan rangkaian seri dan paralel? Baik dari segi
rumus, maupun manfaatnya.
Berikut ini video pembelajaran tentang rangkaian seri dan paralel:
Berikut ini video pembelajaran tentang rangkaian seri dan paralel:

Kelemahan dan kelebihan rangkaian paralel dibanding rangkaian seri apa bun,,?
BalasHapuskelemahan rangkaian paralel arusnya terbagi, kelebihannya jika ada cabang yang rusak maka rangkaian tetap berfungsi.
BalasHapusMksh bun ... menambah pengetahuan tentang rangkaian liatrik
BalasHapusAlhamdulillah jika bermanfaat,bu
HapusSangat bermanfaat, terima kasih bu nora.��
BalasHapusAlhamdulillah, jazakillah khoir Bu Rahma
HapusAlhamdulillah
HapusSangat bermanfaat, terima kasih bu nora.��
BalasHapusSubhanallah, sangat membantu bu Yulaina/ bu Nora terutama dalam hal pembuatan soal hots. Terima kasih bu Nora.
BalasHapusAlhamdulillah, jazakillah Bu.
BalasHapus